Aceh

Tentang Jabatan dan Prioritas

Kadang dalam hidup kita harus sering melihat apa yang terjadi di sekitar kita, entah itu dalam pekerjaan, lingkungan dan juga masyarakat.

Banyak hal yang bisa dipelajari, diambil ibrah dan juga pengalaman tanpa harus merasakan hal yang sama.

Contohnya tentang jabatan dan pangkat. Saat seseorang mempunyai jabatan yang tinggi dan terhormat, akan banyak orang yang mendekat dan menjadi teman, ada yang tulus ada pula yang tidak, tidak ada yang benar-benar tahu.

Dan itu bisa dijadikan pelajaran. Jabatan akan membuat orang-orang mendekat, tapi ingat, keluarga nomor satu, karena pada saat jabatan hilang dan pergi, begitu pula dengan orang-orang yang pernah dekat dulu, kecuali beberapa saja yang benar-benar tulus.

Keluarga akan selalu ada di dekatmu, dalam suka dan duka, sedih dan senang, mereka akan selalu ada, maka jangan lupakan dan abaikan mereka pada saat sedang ada jabatan dan menjadi orang penting, keluarga nomor satu, hal paling penting yang harus menjadi prioritas, dan di atas keluar, masih ada satu prioritas yang tidak kalah pentingnya, yaitu Allah.

Walaupun seribu janji kau ingkari, Allah tidak akan bosan untuk menunggumu untuk kembali mengetuk pintu-Nya. Mendekatlah selalu upada Allah.

Aceh, 05 Februari 2020.

Belajar dari padamnya arus listrik

Beberapa waktu lalu aliran listrik padam, tak ada kabar dan berita apa penyebab padamnya listrik, memang akhir-akhir ini aliran listrik sering padam, kadang bisa padam sampai lima jam. Kejadian ini ada hikmahnya juga. Berhenti. Berhenti dari kesibukan yang seolah tak ada habisnya, lalu duduk merenung melihat apa yang selama ini luput dari pikiran. Ternyata ada dua hal yang selama ini kita alami. 1. Kurang bersyukur, 2. Alternatif lain selain PLN.

Kurang bersyukur

Ini baru saya sadari pada saat listrik padam, saya mulai mengeluh dan menggurutu karena ketiadaan listrik yang menyebabkan saya tidak bisa melanjutkan pekerjaan. Selama ini, arus listrik menyala berjam-jam, berhari-hari tapi sangat jarang saya syukuri keberadaanya. Saat tiba-tiba listrik padam, seolah seperti ada sesuatu yang selama ini kita nikmati namun tanpa kita syukuri yang hilang seketika. Memang kadang sesuatu itu menjadi penting dan berharga pada saat sudah tiada. Semoga listrik padam ini ada hikmahnya.

Alternatif penyedia listrik negara (PLN)

Setahu saya, selama ini PLN adalah satu-satunya perusahaan milik negara yang menyediakan suplai listrik ke seluruh pelosok negeri, walaupun kadang kinerja perusahaan milik negara ini kadang-kadang sering membuat pelanggan kecewa dengan ketidak jelasan padam-hidupnya arus listrik dan berbagai masalah lainnya. Ada anggapan bahwa selama ini perusahaan ini melakukan monopoli suplai listrik, tidak ada saingan sehingga membuat mereka menjadi semakin menjadi gantungan dan harapan masyarakat untuk ketersedian pasokan listrik.

Sekiranya ada alternatif lain (yang memang sebenarnya banyak alternatifnya namun mungkin terkendala regulasi), mungkin kinerja perusahaan listrik negara ini bisa lebih bersaing dan berinovasi jika tidak mau kalah bersaing. Iya. Kadang saingan itu penting dan perlu sebagai sparing-partner dan sebagai pengawal ide-ide inovatif.

Begitulah, dua hal ini muncul setelah pemadaman arus listrik yang semakin tidak jelas kapan berakhir dan kapan akan padam lagi. Masalah kadang membawa berkah solusi dan menjadi sebab untuk berhenti sejenak untuk duduk diam dan merenung.

Ketidakpastian

Tidak ada yang pasti, satu hal yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri.

Satu waktu sebelum melakukan kesibukan, satu orang merencanakan hal yang akan dilakukan hari ini, dari semalam sebelum munculnya hari, yang bersangkutan sudah membuat rencana selangkap-lengkapnya. Dengan semangat yang selalu diperbaharui akhirnya dia mulai hari dengan keyakinan dan harapan-harapan baru.

Seiring berjalan waktu, satu persatu agenda yang telah direncanakan muncul, namun dari semua rencana yang sudah tertata rapi, ternyata pada kenyataannya berbeda dengan apa yang sudah direncanakan.

Banyak hal-hal yang tidak direncanakan terjadi, pertemuan dengan orang yang tidak direncanakan misalnya, menghadapi masalah yang sama sekali belum kita persiapkan dengan matang misalnya, atau kejadian-kejadian yang di luar dugaan kita.

Lalu saya berpikir, apakah memang ketidakpastian ini bisa dihilangkan atau minimal bisa dikurangi

Besar dugaan saya kalau ketidakpastian sama sekali tidak bisa ditiadakan. Ungkapan seperti tidak ada yang pasti, yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri  cukup memberi kejelasan bahwa tak ada yang pasti. Namun, ada beberapa hal yang saya percaya bisa mengurangi ketidakpastian seperti mengumpulkan sebanyak mungkin informasi.

Informasi membunuh rasa takut

Sebenarnya, dalam pandangan saya, yang membuat seseorang merasa takut adalah kurangnya informasi, atau kalau boleh dibilang, ketakutan itu datang karena kebodohan (ketiadaan informasi), semakin banyak informasi yang kita dapat, semakin banyak masukan yang dimiliki, semakin banyak alternatif dalam menyelesaikan satu masalah dan semakin siap dalam menghadapi rasa takut yang kadang hanya dijadikan alasan.

Begitu juga dalam menghadapi ketidakpastian, menurut saya ketidakpastian bisa dikurangi dengan menghimpun sebanyak mungkin informasi yang berkaitan dengan masalah dan agenda yang sudah dirancang. Semakin detail informasi yang diperoleh maka akan semakin kecil peluang ketidakpastian yang akan kita hadapi.

Melihat ramalan cuaca misalnya, jika hendak berpergian, menyiapkan apa saya yang diperlukan kalau-kalau di jalan nanti cuaca berubah sperti perkiraan. Atau bagi yang akan menjumpai seseorang misalnya bisa mengumpulkan informasi tentang apa kira-kira kegiatan orang yang hendak kita temui hari ini, jam berapa mereka sedang tidak sibuk, atau di mana mereka berada, dan terkahir barangkali adalah membuat janji.

Jadi sebagai kesimpulan, dulu pernah belajar pemograman, yang menarik dari sini adalah logika if (jika), terpikir bahwa, apabila semakin banyak “jika” dalam satu program maka semakin cerdaslah dia dalam menyelesaikan masalah yang diberikan, sehingga menghasilkan output dan program yang tepat. Maka menurut saya ada baiknya kalau kita mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang kita perlukan, sedetail mungkin dan jika perlu buat rencana-rencana lain juga untuk jaga-jaga.