Rutinitas

Roda hidup yang terus berputar kadangkala membuat seseorang berhenti untuk merenung dan bertanya tentang segala hal. Hal-hal yang selama ini dilakukan seolah menjadi rutinitas yang harus dikerjakan, tanpa perlu untuk merenung dan berpikir sejenak.
Ikuti saja arus utama, maka semua akan baik-baik saja. Padahal semuanya kelihatan seperti topeng.

Normal itu adalah ketika kita melakukan apa yang orang lain lakukan dan apa yang orang lain katakan seharusnya memang begitu. Walaupun ada kalanya  dalam hati meresa tidak benar, manakala pikiran terus berontak bahwa itu tidak benar, namun status normal menjadikan pikiran mengalah, lalu memilih menjadi normal daripada dicap macam-macam.

Kawan. Ini hanya sedikit pikiran yang muncul setelah seharian bekerja melakukan rutinitas demi si cinta dan buah hati. Tidak lebih. Yakinlah bahwa saya bukan seorang idealis tulen yang memegang idealismenya mati-matian. Idealisme telah mati kawan, mati tergulung ombak kehidupan yang keras dan cadas.

Advertisements

Tentang Tindakan

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah tulisan tentang take action atau mengambil tindakan, yaitu tentang keharusan untuk segera bertindak dan melakukan apa yang ingin dilakukan, karena tanpa tindakan, semua ide hanya tinggal ide. Berikut beberapa kutipan yang saya tulis, rasanya seperti layak untuk ditulis di sini;

“Action is the foundational key to all success” – Picaso

“To think is easy. To act is difficult. To act as one thinks is most difficult” – Van Goeth

“There is no perfect time. The perfect time is now” – Unknown

“Do not wait: the time will never be ‘just right’. Start where you stand, and work with whatever tools you may have at your command and better tools will be found as you go a long” – Napoleon Hill

Itu dia beberapa kalimat positif tentang tindakan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah semangat untuk segera bertindak.

Hari Baru

Tahun baru 2017 ini tidak ada resolusi selain menyelesaikan resolusi tahun sebelumnya yang belum tercapai yakni resolusi tahun sebelumnya lagi yang masih tinggal. Tahun baru sebenarnya adalah hari baru sama seperti hari hari sebelumnya, hari ini. Tahun baru adalah hari ini yang baru, sesudah hari kemarin berlalu pergi dan tak akan pernah kembali, lalu hari ini akan menjadi kemarin lalu esok hari akan kembali menjadi hari baru.

Saya tidak merayakan tahun baru. Tidak ada pesta kembang api atau menunggu detik pergantian tahun baru. Toh nanti malam juga detik pergantian waktu haru baru juga akan kembali muncul, setiap hari adalah hari baru dan setiap malam selalu ada detik pergantian hari baru.

Inti dari semuanya adalah bekerja lebih keras, lebih rajin menabung, lebih dewasa dan lebih segala-segalanya. Bigitulah kira-kira yang harus dilakukan, ah, ini juga termasuk resolusi sebenarnya. Mari belajar, kerja, berbagi, mengajar dan menyebarkan hal-hal positif di mana pun berada, dunia ini kejam dan keras sekali saudara-saudara. Dunia ini penuh dengan hal-hal yang bertentangan satu sama lain.

Semoga di awal hari yang baru ini, kerja dan kontribusi kita lebih nyata dan lebih banyak lagi, semoga kita menjadi bagian dari pada solusi bukan justru menjadi bagian dari masalah.