Muhasabah

Rutinitas

Roda hidup yang terus berputar kadangkala membuat seseorang berhenti untuk merenung dan bertanya tentang segala hal. Hal-hal yang selama ini dilakukan seolah menjadi rutinitas yang harus dikerjakan, tanpa perlu untuk merenung dan berpikir sejenak.
Ikuti saja arus utama, maka semua akan baik-baik saja. Padahal semuanya kelihatan seperti topeng.

Normal itu adalah ketika kita melakukan apa yang orang lain lakukan dan apa yang orang lain katakan seharusnya memang begitu. Walaupun ada kalanya  dalam hati meresa tidak benar, manakala pikiran terus berontak bahwa itu tidak benar, namun status normal menjadikan pikiran mengalah, lalu memilih menjadi normal daripada dicap macam-macam.

Kawan. Ini hanya sedikit pikiran yang muncul setelah seharian bekerja melakukan rutinitas demi si cinta dan buah hati. Tidak lebih. Yakinlah bahwa saya bukan seorang idealis tulen yang memegang idealismenya mati-matian. Idealisme telah mati kawan, mati tergulung ombak kehidupan yang keras dan cadas.

Hari Baru

Tahun baru 2017 ini tidak ada resolusi selain menyelesaikan resolusi tahun sebelumnya yang belum tercapai yakni resolusi tahun sebelumnya lagi yang masih tinggal. Tahun baru sebenarnya adalah hari baru sama seperti hari hari sebelumnya, hari ini. Tahun baru adalah hari ini yang baru, sesudah hari kemarin berlalu pergi dan tak akan pernah kembali, lalu hari ini akan menjadi kemarin lalu esok hari akan kembali menjadi hari baru.

Saya tidak merayakan tahun baru. Tidak ada pesta kembang api atau menunggu detik pergantian tahun baru. Toh nanti malam juga detik pergantian waktu haru baru juga akan kembali muncul, setiap hari adalah hari baru dan setiap malam selalu ada detik pergantian hari baru.

Inti dari semuanya adalah bekerja lebih keras, lebih rajin menabung, lebih dewasa dan lebih segala-segalanya. Bigitulah kira-kira yang harus dilakukan, ah, ini juga termasuk resolusi sebenarnya. Mari belajar, kerja, berbagi, mengajar dan menyebarkan hal-hal positif di mana pun berada, dunia ini kejam dan keras sekali saudara-saudara. Dunia ini penuh dengan hal-hal yang bertentangan satu sama lain.

Semoga di awal hari yang baru ini, kerja dan kontribusi kita lebih nyata dan lebih banyak lagi, semoga kita menjadi bagian dari pada solusi bukan justru menjadi bagian dari masalah.

 

Dunia yang Semakin Ribut

Kita hidup di dunia yang semakin hari semakin ribut dan bising. Ketenangan dan sunyi itu seolah dua hal yang tidak disukai, bising dan kegaduhan menjadi sesuatu yang digandrungi.

Dunia semakin ribut dan bising. Kita memang hidup dalam siklus kebisingan yang tiada pernah berhenti, bahkan menjelang tidur untuk beristirahat pun kebisingan menemani. Ketenangan dan kesunyian memang barang mahal dan langka.

Mungkin memang sifat dasar manusia yang ingin didengarkan daripada mendengarkan, tapi ngomong-ngomong, sebenarnya bukan ini yang ingin saya tulis, saya hanya ingin menulis tentang dunia di sekitar saya yang semakin hari semakin bising. Bekerja dalam kebisingan suara musik adalah biasa dan keniscayaan. Konon katanya penambah semangat. Pernah dulu saya ke suatu tempat yang sangat berbeda, lingkungan kerjanya sangat sunyi dan sepi sekali, karena memang tujuan mereka memang bekerja bukan mencari hiburan.

Dunia yang semakin ramai, ribut dan bising.