Life

Tentang Nepotisme

Hari ini saya belajar satu hal tentang Nepotisme setelah membaca tulisan Pak Dahlan Iskan di disway.id tentang N dalam KK.

Menarik bagaimana N (Nepotisme) bagi beliau tidak salah, berbeda dengan dua K sebelumnya N, yaitu Korupsi dan Kolusi. Awalnya saya sedikit terkejut, namun setelah membaca sampai selesai, akhirnya saya paham mengapa nepotisme bukan sebuah kejahatan.

Pelajaran penting pertama; jangan terlalu dini mengambil kesimpulan. Baca dulu, selesaikan, timbang-timbang, kalau perlu tabayyun.

Pelajaran penting kedua adalah tentang tidak mempermasalahkan nepotisme di sebuah perusahaan.

“Apalagi di swasta: nepotisme tidak boleh dipersoalkan. Itu suka-suka pemilik perusahaan.”

Iya, saya mengerti, toh itu perusahaan pribadi, terserah mereka mau membangun dinasti dagang ya terserah mereka, karena itu milik mereka. Akan berbeda ceritanya kalau perusahaan tersebut adalah perusahaan pemerintah, nepotisme yang tidak didasari pada kemampuan dan merit system justru akan menjadi bumerang dan kehancuran.

Terima kasih informasi dan pencerahan tentang kata nepotisme dan bagaimana seharusnya melihat posisi nepotisme dalam dunia kerja.

Tujuh Tahun di WordPress

wordpress aniverseryTanpa terasa sudah 7 tahun lamanya saya di WordPress. Kalau mengingat bagaimana awal mula saya mulai menulis blog, rasa-rasanya baru kemarin saya belajar bagaimana membuat e-mail yang memang hal baru bagi saya.

Setelah e-mail, peluang dan kesempatan lain terbuka dengan lebar. Awal saya menulis blog, media sosila belum seriuh sekarang, belum ada Facebook, Twitter juga belum sepertinya. Dulu seingat saya, yang sedang trend itu MySpace dan Friendsters, tapi saya tidak punya akun di dua media sosial tersebut.

Dulu, jagad blog ramai dengan tulisan-tulisan panjang dan menarik, diskusi, trolling, dan juga hal-hal tidak berguna lainnya ada di sini, tapi banyak yang berguna juga sih.

Sekarang, jagad blog juga masih tetap ramai dengan beberapa blogger yang memilih untuk konsisten menulis dan membagikan pengalaman dan ilmu.

Media sosial memang ramai, tapi jagad blog juga tidak terlalu sepi. Masih tetap ramai, masih ada yang tetap menulis, walau hanya sebagai catatan pengganti dan pengingat saja.

Ah iya, dulu blog saya ada yang namanya Catatan Pengganti, mungkin sedikit terinspirasi dari Caping (Catatan Pinggir), tapi seiring berjalannya waktu, sudah banyak berganti nama. Ada yang dihapus, ada yang di rumah baru, ada yang hilang dan dilupakan.

Tujuh tahun sudah, ingin rasanya membuat resolusi untuk menulis setiap hari selama 2020, tapi takut tidak konsisten dan menjadi target yang dilupakan begitu saja.

Yasudah, jalani saja, kita lihat saja seberapa sering tulisan akan muncul dalam blog pribadi ini, yang saya namakan Journal pribadi ini.

Jika tidak ada yang membaca, juga tidak mengapa. Setidaknya saya masih tetap belajar untuk menulis dan meninggalkan sedikit jejak digital untuk dikenang. Setidaknya menjadi bermanfaat dan berguna.

Selamat 7 Tahun.

Aceh, 28 Desember 2019.

Tidak Konsisten

Kosisten menulis setiap hari itu tidak gampang. Banyak godaan dan besar rasa malasnya. Tulisan saya terakhir di blog ini sudah lebih satu minggu yang lalu, padahal saya berencana untuk menulis setiap hari, walaupun saya tidak mengatakan akan menulis setiap hari dan yang saya tulis pun hal-hal sepele.

Konsisten itu berat, apalagi kalau sudah berhenti dan memulai lagi dari awal. Cobaan paling berat itu sebenarnya dari diri sendiri. Rasa malas.

Tapi apapun itu, menulis harus dilanjutkan, bukan apa-apa, hanya ini meninggalkan setapak jejak digital yang nantinya mungkin bisa berguna bagi yang lain.

Sebenarnya ada rasa takut mati dilupakan dan tidak menjadi bermanfaat, kalau sudah begini, kadang suka teringat perkataan Gie dalam filmnya itu;

Lebih baik mati terlupakan dari pada menyerah pada kemunafikan.

 

Aceh, 27 Desember 2019