Author: Iqbal Adan

Tentang Jabatan dan Prioritas

Kadang dalam hidup kita harus sering melihat apa yang terjadi di sekitar kita, entah itu dalam pekerjaan, lingkungan dan juga masyarakat.

Banyak hal yang bisa dipelajari, diambil ibrah dan juga pengalaman tanpa harus merasakan hal yang sama.

Contohnya tentang jabatan dan pangkat. Saat seseorang mempunyai jabatan yang tinggi dan terhormat, akan banyak orang yang mendekat dan menjadi teman, ada yang tulus ada pula yang tidak, tidak ada yang benar-benar tahu.

Dan itu bisa dijadikan pelajaran. Jabatan akan membuat orang-orang mendekat, tapi ingat, keluarga nomor satu, karena pada saat jabatan hilang dan pergi, begitu pula dengan orang-orang yang pernah dekat dulu, kecuali beberapa saja yang benar-benar tulus.

Keluarga akan selalu ada di dekatmu, dalam suka dan duka, sedih dan senang, mereka akan selalu ada, maka jangan lupakan dan abaikan mereka pada saat sedang ada jabatan dan menjadi orang penting, keluarga nomor satu, hal paling penting yang harus menjadi prioritas, dan di atas keluar, masih ada satu prioritas yang tidak kalah pentingnya, yaitu Allah.

Walaupun seribu janji kau ingkari, Allah tidak akan bosan untuk menunggumu untuk kembali mengetuk pintu-Nya. Mendekatlah selalu upada Allah.

Aceh, 05 Februari 2020.

Curhat Colongan

Entah mengapa, saya selalu merasa marah dan geram kalau sekiranya ayat-ayat Allah digunakan tidak pada tempatnya, selemah-lemahnya iman adalah mendoakan.

Silahkan jualan produk atau apalah, namun ketikan menggunakan agama dan ayat-ayat Al-quran sebagai pemanis dalam marketing, menurut saya itu sama sekali tidak benar dan terkesan melecehkan.

Perasaan ini muncul karena kejadian di tempat saya menulis sekarang. Tempat saya biasa minum kopi sambil mengerjakan tugas-tugas kantor.

Jualan sah-sah saja, tapi ketika firma Allah digunakan sebagai pemanis, itu sudah tidak pantas dan keren lagi.

Aceh, 15 Januari 2020.

Tentang Kerja Keras dan Konsisten

Dulu saya sering mendengar kalau pintar saja tidak cukup, karena semua orang pintar yang malas akan dikalahkan oleh orang biasa yang rajin dan pekerja keras.

Jadi begini, saya baru saja membaca sebuah jawaban di Quora tentang pemula yang menghasilkan banyak dollar dari menulis dibandingkan dengan orang lain yang lebih dulu menulis.

Ternyata, rahasia penulis pemula tersebut adalah konsisten menulis dan bekarya;

…terus berkarya meski terlihat tidak menghasilkan.

Kalimat di atas terus saja bergema di pikiran saya, bagaimana awal mulanya adalah berkarya walaupun tidak terlihat menghasilkan, namun semua kerja keras itu terbayar pada saat nya.

Kerja keras dan konsisten akan selalu menjadi bekal bagi siapa saja yang merasa tidak pintar, karena pintar saja tidak cukup, kerja keras dan konsistenlah yang akan menjadi teman.