Berhenti Minum Kopi

Saya suka kopi, dalam sehari kadang saya minum dua gelas kopi, dan ini kadang menjadi sebuah kebanggaan sendiri, entah dari mana rasa bangga menjadi penikmat kopi ini bisa muncul. Entah pemikiran apa yang membuat penikmat kopi itu hebat, padahal banyak yang tidak bisa menikmati kopi karena alasan kesehatan. Dari beberap artikel yang saya baca dan video yang saya lihat di TED dan Youtube, hampir semuanya menjadikan kopi,dalam hal ini kafein sebagai satu hal yang harus dikurangi dan dihilangkan kebergantungannya.

Kalau di Aceh, kopi kadang menjadi tren dan gaya hidup. Orang minum kopi bukan karena kebutuhan, tapi sekedar teman duduk sambil diskusi. Namun ada juga yang tingkat kegilaan pada kopi mencapai titik untuk menikmati setiap jenis kopi dan berpetualang untuk mencari di mana kopi yang enak, dan saya tidak termasuk dalam katagori ini. Saya hanya penikmat kopi biasa.

Akhir-akhir ini saya juga sedang berusaha untuk berhenti minum dan mengkonsumsi kopi. Selama ini seperti tiada hari tanpa kopi, satu gelas saja kadang tidak cukup, seolah kopi menjadi stimulator untuk penambah energi, padahal dari beberapa artikel yang saya baca menyebutkan bahwa menjadikan alat dari luar (dalam hal ini kopi) sebagai stimulan dan pemicu energi agar kuat bekerja adalah suatu hal yang tidak baik, energi dan kekuatan itu harusnya dari dalam, jadi tidak ada alasan kalau misalnya tidak ada kopi jadi tidak semangat beraktifitas. Ya, saya sedang mencoba untuk mengurangi kadar konsumsi kafein dan kopi dalam aktifitas sehari-hari saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s