Month: August 2016

Mari Berbuat

Baru saja saya membaca satu tulisan bapak Budi Rahardjo di blog beliau, judulnya Jangan Ingin Terkenal. Tulisannya singkat, tidak terlalu panjang dan tidak bertele-tele. Langsung ke inti yang ingin disampaikan.

Tulisan beliau ada benarnya juga, kadang kita berbuat karena ingin dikenal, padahal seseorang itu kadang bisa terkenal karena telah berbuat. Kalau kita berbuat karena ingin terkenal itu namanya pencitraan, sekarang ini banyak sekali model-model yang seperti ini, berbuat karena ingin dikenal orang banyak, pamer, dikhawatirkan bisa riya dan tidak ikhlas.

Kalau terkenal karena telah berbuat itu namanya baru prestasi, sebenarnya juga banyak prestasi dan karya anak negeri yang sangat bagus, namun mereka sebenarnya tidak ingin dikenal atau terkenal, prestasi dan keadaan yang membuat mereka terkenal, model-model seperti ini juga banyak, biasa mereka tetap low profile.

Dua hal di atas ada baik dan buruknya, bagi orang marketing, mungkin pencitraan adalah segalanya, membuat sesuatu itu terkenal dan menarik adalah pekerjaan mereka, walaupun kadang yang ditawarkan adalah palsu dan semu, namun bagi mereka, terkenal itu penting. Baru-baru ini juga sedang sibuk-sibuknya Pemilihan Kepala Daerah di daerah tempat saya tinggal. Bagi mereka, terkenal itu penting, oleh karena itu, pencitraan menjadi wajib dan mutlak. Bagi yang tidak terlalu memikirkan pencitraan dan penilaian orang lain, prestasi dan kerja nyata adalah segalanya. Bagi mereka, berhenti bekerja berarti mati, berhenti berkarya berarti berhenti hidup, bagi mereka, karya dan kerja nyata adalah ibarat sumber mata air yang jernih yang memberi kehidupan bagi siapa saja.

Terakhir, mari kita menikmati gambar indah yang saya ambil dari blognya Pak Budi Rahardjo.

12672161_10156635370855411_1312928337569313377_o