Seni Berinteraksi

Saya berpikir bahwa seni untuk berbicara dengan orang lain mutlak diperlukan, karena menurut saya, diskusi yang menarik tiba-tiba jadi kering hanya karena beberapa pertanyaan yang mengganggu diskusi, entah itu mengganggu lawan diskusi secara individu, maupun mengganggu secara privasi.

Bagi saya ini boleh menjadi pengalaman untuk berbicara dengan orang lain di lain waktu. Salah memang sudah menjadi tabiat manusia, tapi jatuh ke dalam kesalahan yang sama adalah sebuah kedunguan yang tiada berbanding.

Orang itu ternyata sangat tidak senang kalau diajak berbicara tentang hal-hal yang tidak mereka sukai, atau barangkali masalah yang mereka coba lupakan untuk sesaat. Boleh jadi mereka menarik diri dari masalah sebagai bagian dari mencari solusi bukan sebagai bentuk melarikan diri dari masalah, karena solusi kadang muncul dari sudut pandang dan suasana yang baru.

Keluarnya seseorang kadang untuk mencari atau menikmati suasana baru, setelah seharian suntuk berjibaku dengan pekerjaan mereka, bertemu dengan orang baru, berdiskusi, bicara dengan topik yang berbeda pula.

Dan semua ini akan hancur berantakan kalau kita bertemu dan berbicara dengan orang yang salah, sebenarnya sedeharna, bisa jadi lawan bicara kita tidak tahu sama sekali bagaimana hari-hari yang kita lewati, dan niat mereka sebenarnya adalah baik, iya, mereka berniat baik, cuma ingin bertegur sapa, bertanya kabar, dan basa-basi lainnya.

Tapi untuk keadaan tertentu, perlu juga diketahui apa-apa saja yang disukai orang untuk dibicarakan, karena tidak semua topik pembicaraan disukai oleh lawan bicara, memperhatikan perubahan sikap dan bahasa tubuh lawan bicara jika sedang berbicara atau berbasa-basi mungkin bisa mengurangi resiko diskusi menjadi kering, kalau lawan bicara sudah memperlihatkan gejela tidak senang, ada baiknya kalau tidak meneruskan bertanya tentang topik tersebut, mengalihkan topik pembicaraan saya pikir solusi yang tepat untuk keadaan seperti ini.

Saya selalu mengingatkan diri kalau tidak semua hal yang saya sukai disukai orang lain, standar orang juga berbeda bukan? 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s