Muhasabah

Kritis itu penting, tapi ada yang jauh lebih penting dari kritis, yaitu kesadaran akan melihat diri sendiri sebelum melangkah terlalu jauh untuk melihat orang lain. Kadang kala, melihat kesalahan orang lain bukanlah perkara yang susah dan sepertinya kemampuan untuk melihat kesalahan orang lain atau pihak lain sudah menjadi sifat dan tabiat manusia. Semua orang, saya yakin, berpotensi untuk menjadi ahli kritik. Setiap orang memiliki kemampuan untuk melihat kesalahan dan kekurangan orang lain.

Kemampuan untuk melihat kesalahan orang lain, saya pikir bukanlah suatu yang salah, tapi semua kritik, semua nasehat dan semua kesalahan yang tidak dibungkus dengan cara penyampaian yang bagus akan berujung pada ketidakmampuan orang lain untuk menerima kritikan itu sendiri. Dan yang jauh lebih penting dari itu semua adalah kemampuan untuk melihat atau mengkritisi diri sendiri sebelum melangkah terlalau jauh dalam mengkritisi orang lain. Keberanian untuk melihat kesalahan diri sendiri. Jujur dengan keadaan diri sendiri, jujur pula dalam menilai kesalahan diri sendiri secara objektif. Muhasabah.

Muhasabah adalah keharusan. Ini yang saya pikirkan. Seseorang harus berani jujur terhadap kesalahan dan kekurangan diri sendiri sebelum berani jujur tentang kesalahan orang lain, dan biasanya, untuk sampai pada tahap berani menyadari kesalahan diri sendiri ini perlu kekuatan lebih, kita perlu keberanian yang murni dan pikiran yang objektif untuk menilai diri sendiri. Untuk sampai pada tingkatan ini, saya akui memang sulit dan susah, sifat manusia memang mau menang sendiri, sulit sekali untuk mencapai maqam kebijaksanaan ini.

Jadi, berangkat dari ketidakmampuan melihat kesalahan diri sendiri dan kemampuan yang tinggi untuk menyalahi orang lain, maka dari pada itu, saya berinisiatif untuk membuat satu katagori khsusus di blog yang tidak seberapa sering diperbaharui tulisan ini, yaitu; Muhasabah.

Isinya tidak terlalu jauh dari kesalahan dan ketidaksenangan dengan sesuatu yang disebut realita, realita yang dipaksakan dan tentu saja, objek dari kritikan-kritikan ini adalah saya sendiri, pemilik blog ini.
Idenya sederhana, saya melihat sesuatu yang tidak saya sukai, mencoba melihat dan mencari jawaban bagaimana seharusnya sesuatu itu, dan alih-alih melihat pihak luar sebagai objek kritikan, saya arahkan semua pertanyaan kepada diri sendiri. Apa saya seperti itu? Kalau saya tidak menyukai satu hal, apa selama ini saya juga melakukan satu hal tersebut? Atau barangkali timbul pemikiran bagaimana seharusnya mereka yang di luar sana menghabiskan waktu mereka, dan tentu saja, sekali lagi, semua pertanyaan itu akan ditujukan ke diri saya pribadi.
Begitulah aturan mainnya. Sederhana. Tanya pada sendiri sebelum menanyakan perihal orang lain, periksa diri sendiri sebelum terlalu jauh mengkritisi orang lain dan yang lebih penting dari semuanya adalah rubah dulu diri sendiri sebelum merubah orang lain. Muhasabah.

Misi untuk mengubah dunia cuma sebatas mimpi di siang hari kalau ternyata si pemimpi lupa merubah diri mereka sendiri. Selamat bermimpi saudara-saudara….!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s