Ketidakpastian

Tidak ada yang pasti, satu hal yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri.

Satu waktu sebelum melakukan kesibukan, satu orang merencanakan hal yang akan dilakukan hari ini, dari semalam sebelum munculnya hari, yang bersangkutan sudah membuat rencana selangkap-lengkapnya. Dengan semangat yang selalu diperbaharui akhirnya dia mulai hari dengan keyakinan dan harapan-harapan baru.

Seiring berjalan waktu, satu persatu agenda yang telah direncanakan muncul, namun dari semua rencana yang sudah tertata rapi, ternyata pada kenyataannya berbeda dengan apa yang sudah direncanakan.

Banyak hal-hal yang tidak direncanakan terjadi, pertemuan dengan orang yang tidak direncanakan misalnya, menghadapi masalah yang sama sekali belum kita persiapkan dengan matang misalnya, atau kejadian-kejadian yang di luar dugaan kita.

Lalu saya berpikir, apakah memang ketidakpastian ini bisa dihilangkan atau minimal bisa dikurangi

Besar dugaan saya kalau ketidakpastian sama sekali tidak bisa ditiadakan. Ungkapan seperti tidak ada yang pasti, yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri  cukup memberi kejelasan bahwa tak ada yang pasti. Namun, ada beberapa hal yang saya percaya bisa mengurangi ketidakpastian seperti mengumpulkan sebanyak mungkin informasi.

Informasi membunuh rasa takut

Sebenarnya, dalam pandangan saya, yang membuat seseorang merasa takut adalah kurangnya informasi, atau kalau boleh dibilang, ketakutan itu datang karena kebodohan (ketiadaan informasi), semakin banyak informasi yang kita dapat, semakin banyak masukan yang dimiliki, semakin banyak alternatif dalam menyelesaikan satu masalah dan semakin siap dalam menghadapi rasa takut yang kadang hanya dijadikan alasan.

Begitu juga dalam menghadapi ketidakpastian, menurut saya ketidakpastian bisa dikurangi dengan menghimpun sebanyak mungkin informasi yang berkaitan dengan masalah dan agenda yang sudah dirancang. Semakin detail informasi yang diperoleh maka akan semakin kecil peluang ketidakpastian yang akan kita hadapi.

Melihat ramalan cuaca misalnya, jika hendak berpergian, menyiapkan apa saya yang diperlukan kalau-kalau di jalan nanti cuaca berubah sperti perkiraan. Atau bagi yang akan menjumpai seseorang misalnya bisa mengumpulkan informasi tentang apa kira-kira kegiatan orang yang hendak kita temui hari ini, jam berapa mereka sedang tidak sibuk, atau di mana mereka berada, dan terkahir barangkali adalah membuat janji.

Jadi sebagai kesimpulan, dulu pernah belajar pemograman, yang menarik dari sini adalah logika if (jika), terpikir bahwa, apabila semakin banyak “jika” dalam satu program maka semakin cerdaslah dia dalam menyelesaikan masalah yang diberikan, sehingga menghasilkan output dan program yang tepat. Maka menurut saya ada baiknya kalau kita mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang kita perlukan, sedetail mungkin dan jika perlu buat rencana-rencana lain juga untuk jaga-jaga.

Advertisements

2 comments

  1. konon hidup memang penuh dengan ketidakpastian, namun itulah yang membuat hidup lebih hidup, ketidaktahuan dan ketidakpastian itu sendiri membuat kita menjadi lebih manusia, menjadikan semuanya lebih berwarna dan bernuansa.

    Hmm… Tak ada yang pasti, satu-satunya kepastian, bagi kita..makhluk hidup, adalah kematian.

    1. @ Zukko

      konon hidup memang penuh dengan ketidakpastian,..

      ..dan satu-satunya yang pasti dalam kehidupan adalah ketidakpastiaan itu sendiri, bukan begitu 😀

      namun itulah yang membuat hidup lebih hidup, ketidaktahuan dan ketidakpastian itu sendiri membuat kita menjadi lebih manusia, menjadikan semuanya lebih berwarna dan bernuansa.

      Ini mungkin juga semakin membuat manusia sadar diri, kalau ketidakpastian justru menjadi bukti ada tangan yang tidak kelihatan di sana, itu pun kalau manusia percaya pada kekuatan di luar kekuatan alam dan sains 😉

      Hmm… Tak ada yang pasti, satu-satunya kepastian, bagi kita..makhluk hidup, adalah kematian.

      Sering memikirkan tentang kematian akhir-akhir ini. Tentang ke mana saya setelah mati, apa selesai sudah urusan saya? atau memang pertanggungjawaban itu ada? Ah, terlalu banyak petuah-petuah lama tentan ini yang mesti saya kaji ulang. Kadang manusia terjebak dalam rutinas, yang pada akhirnya melupakan esensi, maksud di balik kejadian, maksud di balik kebiasaan. Terlalu banyak yang tidak pasti memang :d

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s