Mana Tulisanmu?

Tulisan ditanggapi dengan tulisan, kritik tulisan dengan tulisan, data dilawan dengan data, analisa dengan data yang akurat kembali dibalas dengan analisa data yang juga tidak kalah akurat, opini hantam dengan opini, karena mengkritik satu tulisan yang penuh data dan analisa cuma bermodal bicara saja sama sekali tidak cukup, justru membenarkan satu kenyataan kalau pengkritik cuma bisa bicara dan mengkritik, tapi miskin aksi, atau malah cuma tong kosong yang nyaring bunyinya.

Beberapa waktu lalu saya mengikuti satu sesi pelatihan menulis oleh salah seorang penulis yang entah kebetulan atau memang terjadwalkan, ada di tempat saya. Pelatihan menulisnya menarik, selalu ada hal baru yang bisa didapatkan kalau kita mau berpikir terbuka dan tidak merasa pintar.

Cara yang paling baik untuk belajar menulis adalah dengan menulis, bahkan pada saat kita tidak tahu mau menulis apa. Sama halnya dengan pelatihan menulis saya kali ini, setelah pemateri memberikan penjelasan tentang menulis panjang lebar, akhirnya tiba saatnya bagi semua peserta untuk menulis. Semua peserta menulis dan bersemangat, kecuali saya. Saya tidak menulis, saya cuma menulis beberapa pokok ajar dan mengutip beberapa kalimat yang saya dengar menarik dari pemateri. Giliran menanggapi tulisan orang lain, malah saya ikutan menanggapi tulisan orang, padahal saya sendiri tidak menulis.

Nah, yang menarik adalah satu penggal kalimat yang saya dengar saat itu, sangking sibuk dan asiknya menilai tulisan orang, dan lupa diri kalau diri sendiri tidak dan belum menulis. Kalimat itu justru bisa membuat saya tahu diri, kalau ternyata mengkritik itu mudah, tapi berbuat itu susah sekali.

Ini tulisanku, mana tulisanmu? ~jleb~

Advertisements

7 comments

    1. :LOL
      Hal-hal kecil pun mesti ditulis harusnya, ide ada di banyak tempat, tapi kadang kemalasan juga yang selalu jadi alasan.

      Dari awal buat blog dengan nama baru ini juga niatnya bakal rajin ngeblog, Bang. Sempat pula niat hati ingin ikutan itu blog per hari atau per minggu, tapi yang ada malah blog per bulan, itu pun kalau sempat. Rencana yang disusun sebaik mungkin dalam semalam, karam hilang entah kemana, hahahah, manusia cuma pandai merencanakan, tapi terlalu payah dalam realisasi, sama pula keadaan raji mengkritik tapi miskin perbuatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s